Pemanfaatan Air Limbah Cucian


Salam blogger, kali ini aku membagikan hasil karya tulis ilmiah aku yang alhamdulillah masuk 5 besar Lomba Sanitasi tingkat provinsi Riau yang diadakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum pada tanggal 13 - 15 Mei 2014. Ketika itu, aku sedang duduk di kelas 8, ini adalah pengalaman yang sangat berarti, semoga saja di lain kesempatan aku dapat mengikutinya lagi. Baiklah, tanpa panjang lebar lagi,
Here it is...




Pemanfaatan Air Limbah Cucian
Oleh : Kuntum Khairannisa
SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu
Jalan H. Arief Tembilahan Hulu
Guru Pembimbing :  Paridah, S.pd
                                                                                           
Detergen adalah semacam serbuk kimia pembersih noda yang digunakan untuk mencuci pakaian. Kebanyakan orang sekarang menggunakan detergen untuk mencuci pakaian. Air yang sudah digunakan untuk mencuci pakaian jarang dimanfaatkan kembali untuk kegitan dan kepentingan lain. Air tersebut langsung dibuang ke parit, kali, dan sungai terdekat tanpa peduli akan pencemaran yang akan terjadi. Akhirnya air limbah cucian mencemari air parit, kali, maupun sungai. Jika air sungai, parit ataupun kali masih bersih, lalu bercampur dengan air limbah cucian, air yang masih bersih tersebut akan terkontaminasi bahan-bahan kimia yang ada pada detergen, seperti ABS (Alkyl benzene Sulphonate) yang mana detergen tersebut sukar dirusak oleh mikroorganisme (non bio degradable) sehingga menimbulkan pencemaran. Dan semakin parah lagi jika air sungai, parit ataupun kali sudah tercemar, lalu bercampur lagi dengan air limbah cucian ini, air akan semakin kotor, dan merusak lingkungan.
            Di daerah Inhil, lahannya adalah rawa-rawa (lahan genangan air). Tanahnya berlumpur, sehingga air yang terdapat di daerah ini keruh, berwarna kecoklatan akibat campuran lumpur. Apabila air rawa-rawa itu tercampur air limbah cucian, air rawa-rawa itu akan semakin kotor, keruh dan menimbulkan bau tak sedap.
            Oleh karena itu, muncul pemikiran untuk mengolah kembali air limbah cucian dengan mengolah air agar dapat dimanfaatkan kembali setelah digunakan untuk mencuci.

Lalu, bagaimana cara mengolah air limbah cucian agar dapat dimanfaatkan kembali ?

Pada dasarnya air merupakan senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini. Air adalah subtansi kimia dengan rumus H2O. Pada kondisi standar, air tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau
Sedangkan air limbah cucian adalah air kotor, yang mengandung zat yang bersifat membahayakan bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi ini. Contohnya pada detergen, pada detergen terkandung senyawa klorin dalam bentuk natrium hipoklorit yang berfungsi sebagai pemutih. Apabila natrium hipoklorit bercampur dengan senyawa asam, yang mana air rawa-rawa ber-PH <7 (Asam), maka akan terjadi reaksi yang menghasilkan gas klorin, gas klorin ini bersifat racun, dapat membunuh kehidupan di dalam air. Dan juga air limbah cucian ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan dengan menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, seperti disentri dan tifus.
Maka dari itu, air limbah cucian akan diolah agar dapat dimanfaatkan kembali, dan dapat mengurangi pencemaran air. Untuk mengolah air tersebut agar layak dimanfaatkan kembali, dapat dilakukan dengan metode penyaringan. Kemudian air tersebut dimanfaatkan untuk mengisi kolam ikan. Agar air tersebut aman untuk ikan, maka kolam akan ditanami tanaman air yang berfungsi menyerap zat-zat pencemar pada air. Tanaman ini antara lain adalah genjer (Limnocharis flava) dan kangkung (Ipomoea aquatic).

Untuk melakukan percobaan, digunakan skala yang lebih kecil. Yakni digunakan baskom sebagai kolamnya, dan penyaringnya menggunakan laci plastik kecil.

Alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.      Air limbah cucian
2.      Baskom berukuran sedang
3.      Laci kecil 5 tingkat ( Panjang = 27,5 cm dan Lebar = 18,5 cm)
4.      Paku
5.      Corong plastik berukuran kecil
6.      Kain penyaring seukuran untuk menutupi corong
7.      Tempat duduk kecil
8.      Ikan
9.      Arang Tempurung 350 gram
10.  Kerikil 1,3 Kg
11.  Pasir 720 gram
12.  Ijuk 250 gram
13.  Busa kursi yang tidak digunakan 60 gram
14.  Genjer
15.  Kangkung

Untuk melakukan percobaan ini, tahap pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat saringan air.
Lubangilah setiap bagian bawah tiap-tiap tingkatan laci menggunakan ujung paku yang telah dipanasi, agar air dapat mengalir. Pada bagian bawah tingkat pertama, berilah 8 lubang, pada tingkatan kedua hingga tingkatan keempat berilah 13 lubang, dan pada tingkatan dasar, beri 1 lubang pada bagian ujung belakang laci agar air dapat keluar. Selanjutnya bagian atas tingakatan pertama, diberi lubang sebesar corong plastik yang telah disiapkan. Lalu, letakkan corong di lubang. Tutuplah mulut corong dengan kain, agar air limbah cucian yang dituang nanti tersaring oleh kain. Setelah itu, di setiap tingkatan laci diisi dengan penyaring/filter air alami. Namun, pada tingkatan pertama, tidak diisi apa-apa, agar menjadi tempat tampungan air. Pada tingakatan kedua, diisi dengan pasir dan busa yang telah dipotong seukuran dengan laci. Tingkatan ketiga diisi kerikil, tingkatan keempat diisi arang tempurung kelapa, dan pada tingkat paling dasar laci diisi ijuk.
            Selanjutnya, siapkan tempat penampungan hasil penyaringan air limbah cucian, yaitu baskom. Letakkan alat penyaring tadi diatas tempat duduk kecil disamping baskom, dengan laci tersebut membelakangi tempat penampungan.
            Setelah itu, tuangkanlah air limbah cucian melalui corong secara perlahan, dan tunggu hingga air tersebut selesai tersaring dan mengisi baskom yang telah disediakan.
            Setelah baskom telah terisi air limbah yang telah tersaring, masukkanlah ikan ke dalam baskom tersebut. Ternyata, ikan mati. Keluarkanlah ikan itu, lalu masukkan tanaman air seperti genjer dan kangkung ke baskom. Biarkan tanaman tetap dibaskom sampai 3 hari, agar zat pencemar yang terdapat pada air diserap oleh tanaman. Setelah itu, masukkanlah ikan ke dalam baskom. Dan ikan pun tetap hidup.
Pembahasan
            Sebelum air limbah cucian disaring menggunakan saringan laci, warna air relatif keruh dan berbusa. Setelah melewati laci – laci penyaring, air terlihat lebih bersih dan tidak berbusa, hal ini dikarenakan masing – masing bahan penyaring pada tiap tingkatan memiliki fungsi masing – masing, Seperti berikut :
1.      Pasir dan busa berfungsi menjadi pengendap
2.      Kerikil berfungsi menyaring  partikel padat berukuran besar. Partikel – partikel tersebut dapat menempel pada pori – pori perrmukaan kerikil.
3.      Arang tempurug kelapa berfungsi sebagai penghilang bau dan rasa pada air
4.      Ijuk berfungsi untuk menyaring partikel yang lolos dari lapisan sebelumnya dan meratakan air yang mengalir
Setelah air limbah cucian dijernihkan, beberapa ekor ikan dimasukkan pada bak penampungan (baskom), ternyata ikan tidak dapat bertahan lama karena dalam air tersebut masih terdapat zat – zat yang berbahaya bagi ikan yang dapat merusak insang dan organ pernafasan ikan. Oleh karena itu, pada bak penampung dimasukkan tanaman air, seperti Genjer yang berfungsi menyerap zat pencemar dan logam seperti Fe dan Mangan, Dan juga kangkung, yang berfungsi menyerap unsur pencemar seperti unsur Cu dan Fe. Sehingga ikan dapat hidup di dalam air tersebut.

Jadi, Kesimpulannya adalah ; Air limbah cucian dapat dimanfaatkan kembali setelah melalui proses penyaringan dan ditanami tanaman air sehingga air tersebut dapat dimanfaatkan sebagai air pengisi kolam ikan.

Saran :
1.      Kepada pembaca untuk lebih menelaah karya tulis ini dan menggabungkannya menjadi sebuah karya tulis ilmiah yang lebih sempurna lagi nantiya. Dan menjadikan ide ini untuk melakukan pengolahan air dengan tekhnik yang lebih sempurna lagi.
2.      Pada masyarakat agar memanfaatkan karya tulis sebagai sumber informasi untuk mengolah air limbah cucian agar dapat digunakan untuk kegiatan lain setelah melalui proses penyaringan.


Daftar Pustaka :
1.      http://clearwaste.blogspot.com/2011/04/modifikasi-penjernih-air-limbah-cucian.html
3.      http://platika-vet.blogspot.com/2011/06/pencemaran-limbah-detergent.html
6.      http://fredatorinsting.blogspot.com/2012/01/analisis-limbah-air-cucian.html
9.      Slamet Prawirohartono, dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (Biologi, Fisika, dan Kimia) 2. Jakarta : PT. Bumi Aksara
11.  http://ficusbenyamina.blogspot.com/2011/02/nama-latin-sayuran.html

3 komentar:

  1. Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan Chemical yang tepat kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.

    Salam,
    (Tommy.k)
    WA:081310849918
    Email: Tommy.transcal@gmail.com
    Management

    OUR SERVICE
    Boiler Chemical Cleaning
    Cooling tower Chemical Cleaning
    Chiller Chemical Cleaning
    AHU, Condensor Chemical Cleaning
    Chemical Maintenance
    Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
    Degreaser & Floor Cleaner Plant
    Oli industri
    Rust remover
    Coal & feul oil additive
    Cleaning Chemical
    Lubricant
    Other Chemical
    RO Chemical
    Hand sanitizer
    Evaporator
    Oli Grease
    Karung

    BalasHapus

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author